Search This Blog

Loading...

Wednesday, February 01, 2012

Tuesday, January 31, 2012

Iseng mikirin jalanan yang macet....

Ini hasil pengalaman sehari-hari, ditambah dari hasil mendengarkan presentasi Prof.Dr. Ofyar Z.A. Tamin di lokakarya setahun yang lalu.. ditambah mendengarkan obrolan sopir angkot, dan lain2... membuat saya berpikir bahwa harus ada pembuat kebijakan yang mulai bisa "memaksa" supaya masyarakat mau ikut kebijakan pemerintah tersebut sehingga kemacetan dapat teratasi (khususnya di kota bandung).

Sekarang ini ada indikasi bahwa kemacetan itu harus diatasi dengan rekayasa jalan, dibangun fly over, dll supaya banyak jalan alternatif sehingga pengguna kendaraan tidak numpuk di satu jalur tertentu saja, atau perbaikan fasilitas transportasi publik seperti dibuat busway, monorail, dll. Intinya lebih ke transportasi massa dan peningkatan fasilitas transportasi. Ada lagi alternatif dengan membangun apartemen di tengah2 kota sehingga harapannya pengguna kendaraan berkurang krn mereka memiliki rumah yang dekat dengan kantor.

Oke, kurang lebih analisa itu masuk akal. Sangat masuk akal malah. Tapi kenyataan yang terjadi, rekayasa jalan sudah dibuat, fly over sudah dibangun, tapi tetap saja jalanan macet karena lebar jalan tetap (tidak ada pelebaran) sedangkan jumlah kendaraan meningkat tajam. Transportasi publik seperti busway sdh membantu banyak, tapi khusus di bandung sepertinya blm efektif krn hanya menjangkau wilayah tertentu saja (entah sdh jalan atau blm?). Apartemen di tengah kota, sudah dibangun beberapa tapi harganya mahal dan tidak terjangkau. Jadi artinya solusi2 itu belum berhasil jg mengatasi kemacetan kota.

Ditambah lagi dengan kenaikan harga BBM secara periodik selama beberapa tahun belakangan ini yang membuat ongkos transportasi publik seperti angkot menjadi sangat mahal sehingga orang-orang cenderung beralih ke motor yang penggunaan bahan bakarnya sangat ekonomis. Alhasil, kini jalanan penuh dengan orang berkendara motor. Dan motor ini yang seringkali membuat jalanan menjadi sangat tidak teratur. Lihat saja perilaku pengendara motor yang kadang memaksakan diri utk naik trotoar (mengambil jalur pejalan kaki), menyusul kendaraan di depan sambil mengambil jalur pengendara yang berlawanan arah, ngebut di jalan, tidak pakai helm, dll.

Tapi saya tidak menyalahkan pengendara motor. Karena hasil pengalaman saya melihat lokasi-lokasi perumahan, ternyata sekarang ini banyak perumahan yang lokasinya tidak terjangkau oleh kendaraan umum sehingga mau tidak mau si pemilik rumah 'terpaksa' harus memiliki kendaraan sendiri utk menjangkau lokasi sekolah/tempat bekerja. Lihat saja daerah ujung berung, jatihandap, cimindi, cimahi, dll. Di sana banyak komplek2 perumahan yang tidak terjangkau oleh angkot. Kendaraan umum yang ada mungkin hanya ojek yang ongkosnya pun saat ini sangat mahal. Jadi kalau tdk ada angkot, ojek juga mahal, mau beli mobil tidak sanggup, ya sudah beli motor saja. DP 500rb juga sudah bisa punya motor, sisanya nyicil.

Jadi kesimpulan saya mengenai penyebab macet ini diantaranya adalah:
1. Harga perumahan/apartemen di tengah kota sangat mahal (bahkan dapat dikatakan tidak masuk akal untuk pekerja dengan penghasilan mengikuti standar UMR hanya 1.4jt per bulan), sehingga masyarakat memilih utk membeli rumah di daerah "pinggiran" kota yang harganya lebih terjangkau
2. Transportasi publik tidak menjangkau daerah2 perumahan baru sehingga masyarakat memilih utk membeli kendaraan sendiri
3. Lebar jalan-jalan di kota bandung sangat kecil, sehingga tidak sanggup menampung volume kendaraan yang ada
4. Harga BBM melambung tinggi sehingga ongkos transportasi publik menjadi sangat mahal


Solusi yang diusulkan:
1. Dibangun apartemen/rumah bersubsidi bersertifikat hak milik yang dapat terjangkau oleh masyarakat kelas menengah ke bawah dengan penghasilan di bawah 4 jt/bln.
2. Peningkatan fasilitas transportasi publik murah yang menjangkau seluruh wilayah perumahan, yang ongkosnya ditetapkan oleh pemerintah dan tidak terpengaruh oleh naik turunnya harga BBM.
3. Diadakan proyek pelebaran jalan di wilayah2 padat penduduk

Keuntungan:
1. Rumah dekat kantor, jadi tidak perlu berkendara utk sampai di kantor
2. Kalaupun rumah jauh dari kantor, ada kendaraan umum yang ongkosnya murah
3. Jika terpaksa rumah jauh dan menggunakan kendaraan sendiri, setidaknya jalan sudah lebar sehingga tidak terlalu padat di jalan

Jadi, skr tugas siapa yang dapat membuat agar ada rusunami murah, angkot murah dan ada di mana2, serta jalan yang lebar? tentu saja pemerintah.. so.. kita tunggu pemerintah melakukan actionnya...






Wednesday, September 14, 2011

Dhiyaa Azzahra...

umur dhiyaa sudah mendekati 13 bulan... progress sampai hari ini...

1. sudah bisa merangkak, duduk sudah lancar, berdiri sudah mulai belajar, dan kadang bisa berdiri tanpa dipegang
2. mulai senang mencorat-coret dan sudah bisa memegang pensil dengan benar
3. sudah hafal orang2 di sekelilingnya walaupun blm bisa menyebut namanya
4. sudah mulai bisa berkomunikasi dgn menggunakan bahasa isyarat tangan

walaupun blm bisa berbicara, tapi komunikasi sdh paham. Kalau kita memberikan instruksi, dhiyaa sudah bisa merespon dengan baik... dan sering bertingkah lucu... senang mendengarkan lagu2 dan ikut joget dengan tangannya... :D

Monday, July 11, 2011

Kasus TKW PRT di Luar Negeri...

Saat ini di negara kita sedang heboh kasus tkw prt di wilayah arab yang dihukum pancung gara2 terkena kasus pembunuhan... atas kasus tersebut, masyarakat dan LSM melakukan demonstrasi, sampai2 pemerintah mengeluarkan keputusan untuk tidak mengirim tkw lagi ke negara arab sebagai bukti kekecewaan pemerintah kita terhadap hukuman mati di negara arab... terlepas dari bersalah atau tidaknya si terdakwa...

Tanpa bermaksud menyamaratakan semua PRT yang ada, coba kita tengok kembali pengalaman2 kita sendiri terhadap PRT yg ada di lingkungan kita. Pernahkah kita mengalami memiliki PRT yang tingkah lakunya tidak baik? Misal, suka mencuri, pemalas, bertingkah tidak sopan, dan lain2 sampai2 kita memecat PRT tsb. Pengalaman saya, memang belum pernah ada yg seperti itu, yang paling parah PRT tsb menelpon ke kampungnya menggunakan telpon rumah sampai biaya tagihan 300 ribu rupiah. Artinya, dari sekian PRT yang pernah bekerja pada keluarga kita, setidaknya ada 1 org yg kelakuannya tidak baik.

Sekarang, brp PRT yg dipekerjakan di negara Arab? Kalau misalkan ada 500 org, dari 500 tersebut tidak mustahil ada 5 org yang kelakuannya tidak baik. Kalau majikannya marah, melapor ke polisi, memenjarakan... apakah wajar? Rasanya wajar2 saja kalau menurut saya... jadi, mungkin saja PRT yang dihukum atau dipenjarakan tsb memang bersalah karena telah melakukan suatu kejahatan.

Lalu knp org yg bersalah harus dibela sebegitu besarnya sampai2 presiden pun turun tangan?

Sunday, June 05, 2011

Lagi pengen sedih...

Pernah denger quote yg begini? Sometimes we need to cry to wash our eyes, so we can see the world in a clearer view again...
utk bbrp org... ada benernya jg quote ini. Seperti yg saya rasakan skr... rasanya pengen nangis sejadi2nya hanya utk melegakan hati... dan menyiapkan diri menghadapi tantangan hidup yg semakin berat... tapi kadang org lain tdk dapat menerima hal itu dan melihatnya sebagai luapan rasa sakit atau kekecewaan yg sangat dalam...
Alhasil, tangisan dipendam di dalam hati... jdnya ya begini.. serba salah... pengen nangis tp gimana ntar pikiran org... dibilang ga ada mslh... ya gak 100% betul juga... intinya hati ini memang lagi kesal... kekesalan yg sdh tdk dapat tertahankan lagi... walaupun bkn krn hal yg berat, tapi kalau sdh berusaha sabar, kalau kesabaran kita terus diuji lama2 habis... dan akhirnya meledak jg...
It's a complicated feelings...