Setelah ngobrol panjang lebar tentang sejarah indonesia dengan seorang teman, saya tiba-tiba menjadi sangat tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai sejarah negara kita ini, terutama pada jaman kejayaan kerajaan-kerajaan di Indonesia. Karena teman saya berkisah tentang kerajaan singosari, maka kemudian saya mendahulukan untuk membaca sejarah singosari dari blog maupun dari wikipedia. Menarik memang, tapi saya jadi berpikir, kenapa dulu saya tidak begitu tertarik dengan sejarah dan mengapa saya tidak mengetahui begitu banyak pelajaran yang bisa diambil dari sejarah nasional jaman dahulu. Kemudian saya sampai pada suatu kesimpulan bahwa metode belajar di sekolah saya dulu sepertinya kurang tepat, terutama bagi orang seperti saya yang tidak punya kemampuan menghafal yang baik. Dulu, seingat saya, saat belajar sejarah, guru selalu mendiktekan kisah sejarah yang harus dicatat oleh siswa. Kemudian siswa diwajibkan untuk menghafal seluruhnya supaya bisa menjawab setiap pertanyaan yang diberikan saat ulangan (ujian/test). Soal-soal ujian rata-rata berupa pertanyaan yang begitu spesifik tentang tahun, nama tokoh, dan kisah-kisah para tokoh yang sangat sulit dihafal secara persis. Bayangkan saja, bahkan setelah membaca novel yang sangat menarik pun kita kadang tidak ingat siapa nama-nama tokoh yang ada di sana. Apalagi kalau yang dibaca itu cerita sejarah yang ditulis dengan tutur kata yang kurang menarik sambil kita harus menghafal setiap tanggal atau tahun yang ada. Untuk saya, karena setiap hal penting harus dihafal, pada akhirnya saya tidak pernah tuntas membaca catatan sejarah saya tersebut karena keburu kehabisan waktu. Setelah ujian berlalu, catatan pun dilupakan.
Kalau dibandingkan dengan cara belajar di perguruan tinggi, terutama saat saya mengikuti kuliah magister saya, rasanya cara terbaik untuk belajar sejarah adalah dengan meminta siswa mencari referensi sebanyak-banyaknya kemudian mereka diminta membuat paper semenarik dan selengkap mungkin tentang suatu materi sejarah sehingga mau tidak mau mereka harus membaca referensi yang sudah susah payah dicari tersebut. Pada saat ujian, siswa tidak perlu diminta menghafal tanggal atau tahun kejadian (karena di lingkungan kerja hal ini tidak dibutuhkan sama sekali), tetapi mereka diminta mengambil kesimpulan, atau pelajaran dari hal-hal positif dan negatif yang ada di catatan sejarah. Jadi siswa tidak ditutut untuk HAFAL, tapi ditutut untuk PAHAM dan mengambil hikmah sejarah. Karena apalagi yang diharapkan dari sejarah yang telah lalu selain mengambil pelajaran dari sana? Seperti halnya sejarah dalam hidup kita masing-masing, tidak penting tanggal dan tahun berapa kita bisa berjalan, kita bisa membaca, kita mendapat gelar sarjana, dan lain-lain.... yang penting, bagaimana proses sampai kita bisa mencapai hal-hal tersebut, dan itu yang harus diambil sebagai pelajaran di masa yang akan datang... tentunya supaya kualitas hidup kita dan orang lain menjadi lebih baik lagi...
Lumpia Rasa Mangga ala Chef @sheggario
1 hour ago

2 komentar:
Paham sejarah bgs bgt tuh. Belajar dari masa lalu. Tapi para polisi/penegak keadilan hrs tau tanggal bahkan jam kejadian yg akurat untuk kroscek KEBENARAN masa lalu. Tdk semua sejarah yg tercatat itu benar
KEBENARAN soal apa? kok melibatkan polisi/penegak keadilan? hehe.. susah kali yah klo catatan sejarah digali sama penegak keadilan... yang ada juga mereka cari catatan kriminal.. :D
Post a Comment