Search This Blog

Loading...

Wednesday, February 11, 2009

Cape Deeehhhh…..

Hhh…. Lagi-lagi kejadian mengesalkan terjadi di kantor ini. Masih kasus yang sama, berkaitan dengan tugas saya sebagai penanggungjawab IT yang seharusnya tidak saya saja yang bertanggungjawab dan juga sebenarnya saya seharusnya tidak bertanggungjawab atas sistem informasi dan menjadi teknisi sekaligus. Tapi apa daya. Sampai-sampai saya harus menarik kabel di bawah meja yang kemudian mengotori tangan dan baju saya. It's oke sebenernya. Karena yang jadi masalah besar bukanlah itu. Yang bikin bĂȘte adalah saat saya meminta tolong salah satu dari mereka yang internetnya sedang saya perbaiki itu, dia malah menolak dengan alasan sibuk dan dengan egoisnya memilih untuk konek ke internet dengan wi-fi tanpa mempedulikan teman2nya yang lain yang internetnya bermasalah. Saya sebenarnya bisa saja menyelesaikan masalah internet itu sendiri, tapi saya mencoba menguji solidaritas dia sebagai sesama teman kerja untuk membantu saya mengganti connector pada kabel UTP, yang memang tdk bisa saya kerjakan dan dia bisa. Sayapun sebenarnya bukannya tidak mau belajar, tapi justru teman saya itu sendiri yang enggan mengajarkan kepada saya dengan alas an saya sebagai perempuan belum tentu bisa menggenggam tang yang digunakan untuk mengikat kabel2 yang sudah terpasang. Nah, kalau dia sudah bilang gitu, mestinya dia mau dong gantiin connectornya? Tapi ini malah menolak mentah-mentah seolah2 di dunia ini dialah yang paling sibuk sedangkan saya tidak punya kerjaan. Padahal asal dia tahu, pekerjaan saya pun banyak dan cukup menguras pikiran dan tenaga. Kalau perlu saya list, pekerjaan saya lebih beragam dan bermacam-macam. Saya akhirnya mengalah karena saya tidak tega melihat teman2 yang terganggu pekerjaannya karena internet mati. Tapi kalau boleh sebenarnya saya sangat marah melihat sikap teman saya itu. Oke dia sibuk, tapi bukan dia saja yang sibuk, semua juga sibuk. Saya pun sibuk tapi saya berusaha meluangkan waktu saya untuk membantu mereka. Dan kalau saya berniat mengungkit-ungkit kejadian2 dulu, mungkin tidak terhitung bantuan saya untuk pekerjaan dia dulu. Sampai2 yang tadianya dia hanya bertanya bagaimana caranya, akhirnya malah saya dan teman saya yang mengerjakan pekerjaan2 dia yang saat itu notabene adalah seorang kasubag yang digaji cukup besar sementara saya dan teman saya hanyalah karyawan honorer yang digaji kurang dari sepertiga gaji dia. Dan sekarang bisa kita lihat, bagaimana karakter dia yang sesungguhnya. Hhh… (buat teman2 kantor saya yang baca tulisan ini, saya tidak ada maksud menjelek2an siapapun… ini hanya curahan hati saya saja yang sedang kesal.. dan kalian juga mestinya bisa mengerti posisi saya… uhm, dan mungkin kalian juga sependapat dengan saya.. hehe… :P)

0 komentar: