Dulu, saat peralihan dari PTN ke BHMN, ITB disibukkan dengan program-program Transformasi, berpikir utk membentuk diri dari perguruan tinggi yang disupport pemerintah menjadi perguruan tinggi yang bisa mandiri tanpa subsidi dari pemerintah (kecuali gaji karyawan PNS).
Ok.... sistem penerimaan diubah... ada USM, biaya mahal... tidak lagi menerima karyawan PNS non dosen, mengangkat seluruh staf honorer non dosen menjadi karyawan ITB BHMN, membuat sistem perekrutan pegawai ITB BHMN, membangun sistem informasi pengelolaan manajemen, membangun sistem keuangan untuk Dana Masyarakat, membangun sistem karir untuk staf BHMN, dan lain-lain...
Tiba-tiba... ganti presiden, ganti menteri, ganti kebijakan... PP tentang BHMN dibatalkan dan akan diganti dengan PP yang lain... dan BHMN akan diubah menjadi BLU. Kemudian status karyawan BHMN menjadi tidak jelas dan sangat meresahkan karena diisukan, ITB tidak akan punya dana lagi untuk menggaji 700-an karyawan BHMN yang sebagian besar masih dalam usia yang sangat produktif antara 24-40 tahun.
Entah sudah sejauh mana "pimpinan" membela karyawan dgn status BHMN ini. Yang pasti isunya masih sama. Yaitu ITB tdk akan punya dana utk menggaji karyawan dari dana sendiri, walaupun masih tampak seperti ditutup-tutupi dengan mengadakan program ini dan itu dan sosialisasi2 yang sepertinya memberikan harapan bagi para karyawan. Program mem-PNS-kan seluruh staf BHMN mulai diusahakan. Sebanyak 500 nama diusulkan utk di PNS-kan, sisanya entah kpn...

0 komentar:
Post a Comment